Thursday, May 26, 2011

Matematika Prasejarah

Matematika, merupakan suatu momok bagi banyak orang di dunia ini. Matematika merupakan kumpulan-kumpulan dari bilangan abstrak yang bisa dimengerti dan diolah melalu operasi hitung. Sebenarnya sejak kapan persisnya matematika ditemukaan? Banyak orang menganggap Yunani menemukan tentang matematika, namun sebenarnya, jauh sebelum peradaban Yunani ada, matematika sudah ada, walaupun memang tidak sekompleks seperti sekarang ini.

Asal mula pemikiran matematika terletak di dalam konsep bilangan, besaran, dan bangun . Pengkajian modern terhadap fosil binatang menunjukkan bahwa konsep ini tidak berlaku unik bagi manusia. Konsep ini mungkin juga menjadi bagian sehari-hari di dalam kawanan pemburu. Bahwa konsep bilangan berkembang tahap demi tahap seiring waktu adalah bukti di beberapa bahasa zaman kini mengawetkan perbedaan antara "satu", "dua", dan "banyak", tetapi bilangan yang lebih dari dua tidaklah demikian.
Benda matematika tertua yang sudah diketahui adalah tulang lebombo, ditemukan di pegunungan Lebombo di Swaziland dan mungkin berasal dari tahun 35000 SM. Tulang ini berisi 29 torehan yang berbeda yang sengaja digoreskan pada tulang fibula baboon. Terdapat bukti bahwa kaum perempuan biasa menghitung untuk mengingat siklus haid mereka; 28 sampai 30 goresan pada tulang atau batu, diikuti dengan tanda yang berbeda. Juga artefak prasejarah ditemukan di Afrika dan Perancis, dari tahun 35.000 SM dan berumur 20.000 tahun, menunjukkan upaya dini untuk menghitung waktu.

Tulang Ishango, ditemukan di dekat batang air sungai Nil (timur laut Kongo), berisi sederetan tanda lidi yang digoreskan di tiga lajur memanjang pada tulang itu. Tafsiran umum adalah bahwa tulang Ishango menunjukkan peragaan terkuno yang sudah diketahui tentang barisan bilangan prima atau kalender lunar enam bulan. Periode Pradinastik Mesir dari milenium ke-5 SM, secara grafis menampilkan rancangan-rancangan geometris. Telah diakui bahwa bangunan megalit di Inggris dan Skotlandia, dari milenium ke-3 SM, menggabungkan gagasan-gagasan geometri seperti lingkaran, elips, dan tripel Pitagoras di dalam rancangan mereka.

Thursday, April 21, 2011

Am I Evoluting?

Saya berpikir kalao saya tidak berevolusi, tapi merupakan produk hasil evolusi. Manusia berevolusi dalam jangka waktu yang sangat lama, lebih dari ribuan tahun lamanya. Jadi saya pikir manusia jaman sekarang belum mencapai saatnya berevolusi. Yang saya rasakan hanyalah perubahan-perubahan yang terjadi selama hidup saya. Banyak pengalaman, manis pahit kehidupan membuat saya berubah dalam konteks baik ataupun buruk.
Bicara tentang evolusi, mungkin manusia beberapa milenium setelah saya akan mengalami evolusi, tidak seperti manusia jaman sekarang. Siapa yang tahu? Hanya Tuhanlah yang tahu.

Thursday, April 14, 2011

Pelestarian Bumi

Yang akan saya lakukan untuk melestarikan dan menghijaukan bumi adalah berkerja sama dengan LSM-LSM yang ada di Indonesia untuk menggalakan program tanam pohon. Dimulai dari lingkungan yang kecil terlebih dahulu, yaitu RT. Saya akan membagikan tiap keluarga dalam satu RT satu sampai tiga jenis bibit pohon penghijau. Bibit pohon tersebut akan ditanam di pekarangan rumah masing-masing keluarga. Begitu pula dengan taman-taman serta lahan kosong yang tidak terpakai, akan saya tanami dengan bibit pohon penghijau.
Tujuan dari pembagian ini adalah untuk mengajak warga berpartisipasi dalam menghijaukan lingkungan RT sendiri. Selain itu, juga mempererat tali persaudaraan antara keluarga yang satu dengan yang lainnya di dalam satu RT.
Mengapa RT? RT merupakan komunitas warga yang paling kecil, dimana mereka tinggal di dalam satu lingkungan yang sama, saling berdekatan, dan saling mengenal. Jadi tidak sulit untuk menggalakan program ini pada tingkat RT. Selain itu, di tingkat RT, pasti banyak pula warganya yang peduli akan lingkungan.
Program ini akan kami sebar ke berbagai RT yang ada di suatu Kecamatan. Satu orang untuk tiap RT nya. Diasumsikan bahwa satu orang dari tiap RT pasti peduli akan lingkungannya, dan bisa mengajak warga lainnya untuk menghijaukan lingkungan. Bila misi satu kecamatan terselesaikan, maka akan dilanjutkan dengan kecamatan yang lainnya, sehingga nanti akhirnya seluruh kecamatan berhasil dihijaukan, maka kota serta kabupaten pun akan hijau. Setelah fokus pada satu kota/kabupaten itu selesai, maka proyek ini akan di perluas ke kkota-kota lainnya.
Bila semua kota dapat mengikuti program penghijauan ini dengan baik, maka bukan tak mungkin satu Negara akan hijau semua. Dan akhirnya yang terbesar, seluruh dunia akan hijau, dan bumi akan menjadi planet yang menyenangkan, hijau, dan segar.

Thursday, March 17, 2011

Planet Eirene

Bila saya akan mengganti nama bumi, maka saya akan memberi nama Eirene pada bumi. Eirene dalam bahasa Yunani adalah kedamaian. Eirine adalah dewi dari kedamaian. Eirene adalah seorang yang sangat disembah di Athena.

Saya memberi nama Eirene, karena Eirene menjadi sebuah planet yang indah dan cinta kedamaian. Dimanapenghuninya sangat peduli dengan keamanan dan kedamaian planetnya sendiri. Selain itu, planet ini juga dipuja dan menjadi planet yang paling disegani di dalam tata surya bahkan galaksi. Setiap makhluk hidup akan senang untuk berkunjung kesini karena tenang dan damai.

Penduduk yang tinggal pun adalah penduduk yang benar benar sadar akan pentingnya perdamaian di Planet Eirene

Thursday, March 10, 2011

Galaksi Andromeda


Galaksi Andromeda dengan nama lain Messier 31, M31, atau NGC 224 adalah salah satu galaksi di luar galaksi BimaSakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 juta tahun cahaya. Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, Oktober, November. Dengan mata telanjang, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang bintang redup di tepian galaksi Andromeda, ternyata ukuran Andromeda bisa lebih dari 7 kali diamter sudut bulan. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.

Dalam forum pertemuan astronomi nasional yang baru-baru ini diselenggarakan perhimpunan astronomi kerajaan Inggris, sebuah tim peneliti astronomi internasional yang diketuai Dr. Mike Irwin dari Universitas Cambridge melaporkan sebuah bukti akurat pertama kalinya atas penemuan mereka pada sebuah galaksi terang benderang yang "dilahirkan" galaksi Andromeda (M31).


Pada saat yang bersamaan juga ditemukan sebanyak 14 gugusan bintang berbentuk bundar yang berputar mengelilinginya yang dulu belum diketahui pada jarak jauh di posisi intinya. Beberapa astronom berpendapat, bahwa gugusan-gugusan bintang tersebut mungkin adalah sisa-sisa yang ditinggalkan setelah galaksi Andromeda menelan galaksi induk mereka.

Galaksi Andromeda adalah galaksi yang merupakan bagian dari sistem galaktik, yang juga merupakan benda angkasa terjauh yang dapat dilihat dengan mata telanjang, dan jaraknya dengan kita adalah 2,5 juta tahun cahaya. Pada sisi luar galaksi Andromeda terdapat sebuah roda lingkaran kecil yang dibentuk dari benda angkasa. Secara tradisional dianggap, bahwa roda lingkaran galaksi secara relatif agak rata dan licin, lagi pula substrukturnya tidak cukup. Namun, pengamatan terhadap galaksi Andromeda malah justru sebaliknya, di mana roda lingkarannya memiliki struktur yang padat, menunjukkan bahwasannya galaksi tersebut telah "melahirkan" galaksi kecil yang terlalu dekat jaraknya, dan sisa-sisa peninggalannya telah membentuk roda lingkarannya.

Selain itu, pada saat yang sama, tim astronomi tersebut juga melaporkan sebuah peredaran bintang tetap besar yang dikeluarkan satelit galaksi Andromeda yang telah dikenal banyak orang, NGC 205. Bagian peredaran galaksi yang tampak jelas ini memperpanjang 50 ribu tahun cahaya dari bagian pokok galaksi elips kecilnya, meskipun NGC 205 telah diamati secukupnya, akan tetapi dulu tidak pernah melihat peredaran bintang tetap yang seperti ini.

Galaksi Andromeda merupakan gugus galaksi, yang paling dekat dengan galaksi bimasakti (Milky Way). Belum banyak data akurat mengenai galaksi ini, karena masih sulit untuk meneliti. Inilah salah satu kebesaran Sang Pencipta yang sangat-sangat besar.Yang pasti kita tau, galaksi ini semakin mendekat ke Bimasakti, dan ketika ada tabrakan, tidak aka nada yang tahu selanjutnya…






Wednesday, February 23, 2011

Metode Ilmiah


Metode ilmiah merupakan suatu prosedur (urutan langkah) yang harus dilakukan untuk melakukan suatu proyek ilmiah (science project). Secara umum metode ilmiah meliputi langkah-langkah berikut:
1.      Pengambilan / penentuan tema / masalah
2.      Identifikasi masalah
3.      Membuat hipotesis
4.      Melakukan Eksperimen
5.      Membuat Kesimpulan


Pengambilan Tema:
-          Menentukan tema/ objek yang akan diteliti dengan cara observasi.
-          Tema/ objek/ masalah haruslah merupakan sebuah tema yang dapat dipecahkan secara ilmiah.
-          Gunakan semua jenis referensi yang menunjang tema/ objek/ masalah yang akan diteliti.
-          Mengumpulkan informasi dari ahli dan pakar dalam bidangnya masing-masing.
-          Lakukan eksplorasi lain yang berhubungan dengan topik terkait.
Identifikasi Masalah:
-          Merumuskan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang telah diambil (5W+1H)
-          Merumuskan eksperimen yang akan dilakukan dalam menyikapi tema/masalah yang sudah dipilih
Hipotesis
-          Hipotesis adalah suatu ide/ dugaan sementara tentang penyelesaian sementara suatu proyek ilmiah.
-          Kebenaran dari hipotesis akan diolah melali eksperimen, dan bukan tidak mungkin antara hipotesis dengan hasil eksperimen dan kesimpulan akan berbeda.
Eksperimen
-          Merupakan pembuktian dari sebuah hipotesis
-          Dilakukan berulang-ulang agar mendapatkan hasil yang bervariasi
-          Hasil dari eksperimen akan menjadi sebuah kesimpulan, yang kemungkinan berbeda dengan hipotesis.

Kesimpulan:
-          Merupakan ringkasan hasil proyek eksperimen dan pernyataan bagaimana hubungan antara hasil eksperimen dengan hipotesis.
-          Bila kesimpulan dan hipotesis tidak sesuai, maka berikan alasan mengapa hipotesis dan kesimpulan berbeda.


Monday, February 14, 2011

Teleskop, Pemicu Revolusi Ilmiah


Teleskop atau teropong adalah instrumen pengamatan yang berfungsi mengumpulkan radiasi elektromagnetik dan sekaligus membentuk citra dari benda yang diamati. Teleskop merupakan alat paling penting dalam pengamatan astronomi. Jenis teleskop (biasanya optik) yang dipakai untuk maksud bukan astronomis antara lain adalah transit, monokular, binokular, lensa kamera, atau keker. Teleskop memperbesar ukuran sudut benda, dan juga kecerahannya.

Sebelum adanya teleskop, orang orang percaya bahwa Bumi merupakan pusat tata surya dan matahari berputar mengelilingi bumi (Teori Geosentris). Galileo diakui menjadi yang pertama dalam menggunakan teleskop untuk maksud astronomis. Pada awalnya teleskop dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang tampak saja (seperti yang dibuat oleh Galileo, Newton, Foucault, Hale, Meinel, dan lainnya), kemudian berkembang ke panjang gelombang radio setelah tahun 1945, dan kini teleskop meliput seluruh spektrum elektromagnetik setelah makin majunya penjelajahan angkasa setelah tahun 1960.

Setelah Galileo menemukan teleskop, maka teori Geosentris pun bisa diruntuhkan, di ganti dengan Teori Heliosentris, yaitu Bumi dan planet lainnya berotasi mengelilingi matahari. Ditemukan pula berbagai jenis komet, planet dan berbagai benda langit lainnya yang dulu dianggap tidak ada, dan dianggap oleh sebagian besar masyarakat sebagai apa yang disebut ‘Dewa’. Penemuan teleskop ini juga merupaka sebuah ‘Revolusi Ilmiah’ dimana pandangan semua manusia tentang benda luar angkasa berubah total. 

Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari. Teleskop Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens (1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2 kali jarak orbit Bumi-Yupiter.

Perkembangan teleskop juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit selanjutnya.

Dan penemuan teleskop ini berawal dari sebuah rasa ingin tahu yang dimiliki manusia, menandakan bahwa manusia adalah makhluk yang berkembang, dan dinamis. Rasa ingin tahu yang dimiliki oleh manusia berhasil membawa pengetahuan baru di masa yang akan datang, dimana pengetahuan yang telah terbuka itu akan terus disempurnakan, dan bukan tidak mungkin akan mengungkap sebuah pertanyaan besar yang sedang diperbincangkan “Darimana Manusia dan Dunia Berasal, dan Apa Tujuan Manusia Hidup Di Bumi Ini?” Mungkin saja.....



Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Teleskop